Diberdayakan oleh Blogger.

AL-Qur'an Dan AL-Hadist

IP

Wikipedia

Hasil penelusuran

Membaca Al-Qur'an Online

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Konten/artikel apa yang paling kamu suka ?

buku tamu

Hamster GDC

PINGUIN GDC

Tambak lele GDC

Kura-kura GDC

Laporan cuaca

Text Widget

Sample Text

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Pengunjung

Flag Counter

Pages

Blogroll

Blogger templates


Rabu, 24 Juli 2013




    Keselamatan di Jalan Raya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_^
Kaifa haluk ya Akhi wa ukhti ?...
 Semoga Alloh paring sehat kepada seluruh pembaca blog generus desa cibubur
J dan yang sedang di coba sakit,supaya tetap sabar J dan di beri kesembuhan oleh ALLOH SWT J cepat sembuh . Amiin

 
Sobat, semakin hari semakin banyak saja pengguna jalan raya, apalagi di ibukota, Jakarta. Bayangin aja jumlah kendaraan bermotor di jalan raya mencapin ratusan ribu, bahkan mencapai puluhan juta unit kendaraan bermotor yang keluar setiap harinya.  Ancaman keselamatan pun banyak terdapat di jalan raya. Pentingnya memikirkan keselamatan bersama di jalan raya sudah sering dihimbau oleh berbagai pihak. Namun terkadang masyarakat masih saja ada yang kurang mengindahkan himbauan tersebut. Ada saja orang yang tidak peduli dengan keselamatan orang lain. Mereka mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk dan setangah mabuk serta dalam keadaan yang sudah sangat lelah dan mengantuk. Sehingga Keselamatan di jalan raya seolah bukan sesuatu yang penting. Padahal keselamatan itu penting lho sobat J. Naaah di sini mimin punya tips keselamatan bersama di jalan raya nih, mau tau ga ? mau tau aja apa mau tau banget ? hehehe . oke sobat,, cekidot.....

*    Tips Keselamatan Bersama di Jalan Raya
Sebelum keluar rumah ada baiknya kita pamitan dahulu sama yang ada di rumah, sama orang tua, kakak, adik atau bahkan dengan anggota keluarga yang lainnya. Kemudian salam,

Artinya : Semoga di beri keselamatan bagi kita semua
Kemudian di lanjut doa keluar rumah :

1.      Bagi Pejalan Kaki

Seharusnya nih ya pejalan kaki adalah pengguna jalan raya yang paling aman karena memiliki tempat khusus yang berada di sisi-sisi jalan, dan tak perlu mengendali kendaraan seperti pengendara. Namun tak jarang pejalan kaki menjadi korban kecelakaan karena ada motor yang melintas di tempat pejalan kaki. Sebagai pejalan kaki, kita hendaknya tetap waspada akan kendaraan yang mencuri-curi melintasi area pejalan kaki. Bila Anda hendak menyeberang, gunakanlah fasilitas yang semestinya yaitu zebra-cross maupun jembatan penyeberangan. Bila berjalan biasa gunakanlah trotoar yang telah di sediakan pemerintah buat pejalan kaki. Kesabaran juga harus lebih ditingkatkan. Hal ini di karena banyak pengendara motor yang berhenti pas di area zebra-cross. Kan seharusnya sang pengendara memeberhentikan kendaraannya di belakang garis putih, dan tidak pas di atas zebra-cross. Yang kedua jalan setapak untuk pelajan kaki terkadang telah dipakai untuk berdagang. Indonesia ini belum menjadi negara yang ramah terhadap pejalan kaki. Tidak seperti di negara lain, contohnya Singapura yang menyediakan begitu panjang jalur pejalan kaki dengan pemandangan yang indah dan jalur yang hijau yang tentunya sangat aman.

2.     Bagi Pengendara Kendaraan Roda 2 atau Roda 4

Berhati-hatilah dengan sesama pengendara kendaraan roda 2 lainnya. Karena dengan ukurannya yang relatif kecil, pengendara kendaraan roda 2 yang tidak bertanggung jawab sering melintas seenaknya tanpa memperhitungkan keselamatan pengguna jalan raya lainnya. Walaupun kendaraan Anda telah dilengkapi dengan kaca spion, terkadang menoleh ke belakang dan kanan kiri lebih aman untuk mengantisipasi hal seperti itu. Kendarailah kendaraan roda 2 Anda pada kecepatan normal dan hargailah sesama pengguna jalan raya lainnya. Jika akan berbelok dan Anda tidak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan, bunyikanlah dahulu klakson sebelum berbelok. Anda juga harus menyalakan lampu sign jika Anda hendak berpindah jalur.Sebelum berkendara baiknya kita ngecek dahulu nih sobat, keadaan kendaraan yang akan kita kendari bagaimana, apakah lagi sakit ? atau lagi fit ? hehe .
Ini dia tips dari mimin
1)     Surat-surat Penting, seperti SIM, STNK, resmi terrcatat di Kepolisian Republik Indonesia dan sebagai bukti hukum yang sah
Description: C:\Users\fathia\Downloads\opopop.jpg


                                                                                                     

2)     Bagi pengendara motor gunakan helm SNI, sobat penggunakan bukan karena takut sama polisi ya, tapi untuk melindungi bagian kepala kita. Dan accesories seperti :
Description: C:\Users\fathia\Downloads\modul_keselamatan_5.png
a)      masker/baclava yang bisa menutupi leher secara sempurna dan hidung untuk melindungi saluran pernafasan
b)      sarung tangan untuk melindungi kulit agar tidak terbakar sinar matahari
c)      jaket berguna untuk menjaga kondisi badan dari udara sekitar
d)      jas hujan untuk persiapan bila hujan turun agar badan tidak basah

3)      Bagi pengendara roda 4 atau lebih gunakan sabuk pengaman
Description: C:\Users\fathia\Downloads\memandu.jpg





4)     Perhatian rambu-rambu lalu lintas atau marka jalan
Description: C:\Users\fathia\Downloads\download (9).jpgDescription: C:\Users\fathia\Downloads\modul_keselamatan_4.png

5)     Tidak menggunakan handphone saat berkendara
Description: C:\Users\fathia\Downloads\images (15).jpg
6)     Kondisi sang pengendara, sehat kah ? sakit kah ? dan
7)     Konsentrasi saat berkendara, apabila pengendara mengemudi dalam keadaan mengantuk atau lelah, bisa berakibat fatal bagi keselamatan si pengendara itu sendiri atau bahkan kendaraan di sekitarnyaa. Usahakna berkendara dalam keadaan sehat
8)     Apabila mengantuk, istirahat dahulu sebentar, kemudian melanjutkan kembali perjalannya
9)     Cek kondisi kendaraan satu bulan sekali, mualai dari rem, lampu utama, lampu kabut, kondisi ban, bahan bakar, wiper, klakson, kaca spion, oli dan lain sebagainya.










Setelah mengecek semua kelengkapan di atas jangan lupa untuk membaca doa
do'a naik kendaraan
بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Bismillaah, Alhamdulillaahi { Subhaanalladzii sakhkharalanaa hadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniina, wainnaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun }

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156. )
                                                      
Sekain info keselamatn di jalan raya dari mimin, apabila kawan-kawan semua punya info lebih boleh di posting di blog kami
Atas perhatiaanya saya ucapakan terimakasih
Wassamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_^
Semoga bermanfaat ^_^

Sumber-sumber
*      www.kompasiana.com
*      www.annehira.com
*      www.tempo

Utamakan Keselamatan

Posted by Unknown  |  No comments




    Keselamatan di Jalan Raya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_^
Kaifa haluk ya Akhi wa ukhti ?...
 Semoga Alloh paring sehat kepada seluruh pembaca blog generus desa cibubur
J dan yang sedang di coba sakit,supaya tetap sabar J dan di beri kesembuhan oleh ALLOH SWT J cepat sembuh . Amiin

 
Sobat, semakin hari semakin banyak saja pengguna jalan raya, apalagi di ibukota, Jakarta. Bayangin aja jumlah kendaraan bermotor di jalan raya mencapin ratusan ribu, bahkan mencapai puluhan juta unit kendaraan bermotor yang keluar setiap harinya.  Ancaman keselamatan pun banyak terdapat di jalan raya. Pentingnya memikirkan keselamatan bersama di jalan raya sudah sering dihimbau oleh berbagai pihak. Namun terkadang masyarakat masih saja ada yang kurang mengindahkan himbauan tersebut. Ada saja orang yang tidak peduli dengan keselamatan orang lain. Mereka mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk dan setangah mabuk serta dalam keadaan yang sudah sangat lelah dan mengantuk. Sehingga Keselamatan di jalan raya seolah bukan sesuatu yang penting. Padahal keselamatan itu penting lho sobat J. Naaah di sini mimin punya tips keselamatan bersama di jalan raya nih, mau tau ga ? mau tau aja apa mau tau banget ? hehehe . oke sobat,, cekidot.....

*    Tips Keselamatan Bersama di Jalan Raya
Sebelum keluar rumah ada baiknya kita pamitan dahulu sama yang ada di rumah, sama orang tua, kakak, adik atau bahkan dengan anggota keluarga yang lainnya. Kemudian salam,

Artinya : Semoga di beri keselamatan bagi kita semua
Kemudian di lanjut doa keluar rumah :

1.      Bagi Pejalan Kaki

Seharusnya nih ya pejalan kaki adalah pengguna jalan raya yang paling aman karena memiliki tempat khusus yang berada di sisi-sisi jalan, dan tak perlu mengendali kendaraan seperti pengendara. Namun tak jarang pejalan kaki menjadi korban kecelakaan karena ada motor yang melintas di tempat pejalan kaki. Sebagai pejalan kaki, kita hendaknya tetap waspada akan kendaraan yang mencuri-curi melintasi area pejalan kaki. Bila Anda hendak menyeberang, gunakanlah fasilitas yang semestinya yaitu zebra-cross maupun jembatan penyeberangan. Bila berjalan biasa gunakanlah trotoar yang telah di sediakan pemerintah buat pejalan kaki. Kesabaran juga harus lebih ditingkatkan. Hal ini di karena banyak pengendara motor yang berhenti pas di area zebra-cross. Kan seharusnya sang pengendara memeberhentikan kendaraannya di belakang garis putih, dan tidak pas di atas zebra-cross. Yang kedua jalan setapak untuk pelajan kaki terkadang telah dipakai untuk berdagang. Indonesia ini belum menjadi negara yang ramah terhadap pejalan kaki. Tidak seperti di negara lain, contohnya Singapura yang menyediakan begitu panjang jalur pejalan kaki dengan pemandangan yang indah dan jalur yang hijau yang tentunya sangat aman.

2.     Bagi Pengendara Kendaraan Roda 2 atau Roda 4

Berhati-hatilah dengan sesama pengendara kendaraan roda 2 lainnya. Karena dengan ukurannya yang relatif kecil, pengendara kendaraan roda 2 yang tidak bertanggung jawab sering melintas seenaknya tanpa memperhitungkan keselamatan pengguna jalan raya lainnya. Walaupun kendaraan Anda telah dilengkapi dengan kaca spion, terkadang menoleh ke belakang dan kanan kiri lebih aman untuk mengantisipasi hal seperti itu. Kendarailah kendaraan roda 2 Anda pada kecepatan normal dan hargailah sesama pengguna jalan raya lainnya. Jika akan berbelok dan Anda tidak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan, bunyikanlah dahulu klakson sebelum berbelok. Anda juga harus menyalakan lampu sign jika Anda hendak berpindah jalur.Sebelum berkendara baiknya kita ngecek dahulu nih sobat, keadaan kendaraan yang akan kita kendari bagaimana, apakah lagi sakit ? atau lagi fit ? hehe .
Ini dia tips dari mimin
1)     Surat-surat Penting, seperti SIM, STNK, resmi terrcatat di Kepolisian Republik Indonesia dan sebagai bukti hukum yang sah
Description: C:\Users\fathia\Downloads\opopop.jpg


                                                                                                     

2)     Bagi pengendara motor gunakan helm SNI, sobat penggunakan bukan karena takut sama polisi ya, tapi untuk melindungi bagian kepala kita. Dan accesories seperti :
Description: C:\Users\fathia\Downloads\modul_keselamatan_5.png
a)      masker/baclava yang bisa menutupi leher secara sempurna dan hidung untuk melindungi saluran pernafasan
b)      sarung tangan untuk melindungi kulit agar tidak terbakar sinar matahari
c)      jaket berguna untuk menjaga kondisi badan dari udara sekitar
d)      jas hujan untuk persiapan bila hujan turun agar badan tidak basah

3)      Bagi pengendara roda 4 atau lebih gunakan sabuk pengaman
Description: C:\Users\fathia\Downloads\memandu.jpg





4)     Perhatian rambu-rambu lalu lintas atau marka jalan
Description: C:\Users\fathia\Downloads\download (9).jpgDescription: C:\Users\fathia\Downloads\modul_keselamatan_4.png

5)     Tidak menggunakan handphone saat berkendara
Description: C:\Users\fathia\Downloads\images (15).jpg
6)     Kondisi sang pengendara, sehat kah ? sakit kah ? dan
7)     Konsentrasi saat berkendara, apabila pengendara mengemudi dalam keadaan mengantuk atau lelah, bisa berakibat fatal bagi keselamatan si pengendara itu sendiri atau bahkan kendaraan di sekitarnyaa. Usahakna berkendara dalam keadaan sehat
8)     Apabila mengantuk, istirahat dahulu sebentar, kemudian melanjutkan kembali perjalannya
9)     Cek kondisi kendaraan satu bulan sekali, mualai dari rem, lampu utama, lampu kabut, kondisi ban, bahan bakar, wiper, klakson, kaca spion, oli dan lain sebagainya.










Setelah mengecek semua kelengkapan di atas jangan lupa untuk membaca doa
do'a naik kendaraan
بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Bismillaah, Alhamdulillaahi { Subhaanalladzii sakhkharalanaa hadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniina, wainnaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun }

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156. )
                                                      
Sekain info keselamatn di jalan raya dari mimin, apabila kawan-kawan semua punya info lebih boleh di posting di blog kami
Atas perhatiaanya saya ucapakan terimakasih
Wassamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_^
Semoga bermanfaat ^_^

Sumber-sumber
*      www.kompasiana.com
*      www.annehira.com
*      www.tempo

21.12 Share:

Jumat, 19 Juli 2013


Al-Abadillah


Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha
Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Zainab binti Jahsy didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban terhadap tradisi jahiliah. Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Zainab adalah anak perempuan dan bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muththalib. Beliau sangat mencintai Zainab.

Nasab dan Masa Pertumbuhannya

Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Jahsy bin Ri’ab bin Ya’mar bin Sharah bin Murrah bin Kabir bin Gham bin Dauran bin Asad bin Khuzaimah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, namanya adalah Barrah, kemudian diganti oleh Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau. Ibu dari Zainab bernama Umaimah binti Abdul-Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai.
Zainab dilahirkan di Mekah dua puluh tahun sebelum kenabian. Ayahnya adalah Jahsy bin Ri’ab. Dia tergolong pernimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat, sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy rnenyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik.

Zainab termasuk wanita pertarna yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.

Pernikahannya dengan Zaid bin Haritsah

Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang mernerintahkan Zainab dan Zaid melangsungkan pernikahan.
Zainab berasal dan golongan terhormat, sedangkan Zaid bin Haritsah adalah budak Rasulullah yang sangat beliau sayangi, sehingga kaum muslimin menyebutnya sebagai orang kesayangan Rasulullah. Zaid berasal dari keluarga Arab yang kedua orang tuanya beragama Nasrani. Ketika masih kecil, dia berpisah dengan kedua orang tuanya karena diculik, kemudian dia dibeli oleh Hakam bin Hizam untuk bibinya, Khadijah binti Khuwailid, lalu dihadiahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Ayah Zaid, Haritsah bin Syarahil, senantiasa mencarinya hingga dia mendengar bahwa Zaid berada di rumah Rasulullah. Ketika Rasulullah menyuruh Zaid memilih antara tetap bersama beliau atau kembali pada orang tua dan pamannya, Zaid berkata, “Aku tidak menginginkan mereka berdua, juga tidak menginginkan orang lain yang engkau pilihkan untukku. Engkau bagiku adalah ayah sekaligus paman.” Setelah itu, Rasulullah mengumumkan pembebasan Zaid dan pengangkatannya sebagai anak. Ketika Islam datang, Zaid adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan budak. Dia senantiasa berada di dekat Nabi, terutama setelah dia rneninggalkan Mekah, sehingga beliau sangat mencintainya, bahkan beliau pernah bersabda tentang Zaid,
“Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku beri nikmat. (HR. Ahmad)
Allah telah memberikan nikmat kepada Zaid dengan keislamannya dan Nabi telah memberinya nikmat dengan kebebasannya.
Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau mempersaudarakan Zaid dengan Hamzah bin Abdul Muththalib. Dalam banyak peperangan, Zaid selalu bersama Rasulullah, dan tidak jarang pula dia ditunjuk untuk menjadi komandan pasukan. Tentang Zaid, Aisyah pernah berkata, “Rasulullah tidak mengirimkan Zaid ke medan perang kecuali selalu menjadikannya sebagai komandan pasukan, Seandainya dia tetap hidup, beliau pasti menjadikannya sebagai pengganti beliau.”

Masih banyak riwayat yang menerangkan kedudukan Zaid di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam.. Sesampainya di Madinah beliau meminang Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. Semula Zainab membenci Zaid dan menentang menikah dengannya, begitu juga dengan saudara laki-lakinya. Menurut mereka, bagaimana mungkin seorang gadis cantik dan terhormat menikah dengan seorang budak? Rasulullah menasihati mereka berdua dan menerangkan kedudukan Zaid di hati beliau, sehingga turunlah ayat kepada mereka:
“Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.“ (Q.S. Al-Ahzab: 36)

Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun sebenarnya Zainab tidak menyukai Zaid. Melalui pernikahan itu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Pernikahan itu pun bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliah yang senang membanggakan diri dan keturunan. Akan tetapi, Zainab tetap tidak dapat menerima pernikahan tersebut karena ada perbedaan yang jauh di antara mereka berdua. Di depan Zaid, Zainab selalu membangga-banggakan dirinya sehingga menyakiti hati Zaid. Zaid menghadap Rasulullah untuk mengadukan perlakukan Zainab terhadap dirinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menyuruhnya untuk bersabar, dan Zaid pun mengikuti nasihat beliau. Akan tetapi, dia kembali menghadap Rasulullah dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu lagi hidup bersama Zainab.
Mendengar itu, beliau bersabda, “Pertahankan terus istrimu itu dan bertakwalah kepada Allah.” Kemudian beliau mengingatkan bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Beberapa saat kemudian turunlah ayat, “Pertahankan terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.” Zaid berusaha menenangkan din dan bersabar, namun tingkah laku Zainab sudah tidak dapat dikendalikan, akhirnya terjadilah talak. Selanjutnya, Zainab dinikahi Rasulullah.

Prinsip dasar yang melatarbelakangi pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy adalah untuk menghapuskan tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliah. Artinya, Rasulullah ingin menjelaskan bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung, seperti halnya Zaid bin Haritsah yang sebelum turun ayat Al-Qur’an telah diangkat sebagai anak oleh beliau. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka,’ itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu.” (QS. Al-Ahzab:5)

Karena itu, seseorang tidak berhak mengakui hubungan darah dan meminta hak waris dan orang tua angkat (bukan kandung). Karena itulah Rasulullah menikahi Zainab setelah bercerai dengan Zaid yang sudah dianggap oleh orang banyak sebagai anak Muhammad. Allah telah menurunkan wahyu agar Zaid menceraikan istrinya kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Pada mulanya Rasulullab tidak memperhatikan perintah tersebut, bahkan meminta Zaid mempertahankan istrinya.
Allah memberikan peringatan sekali lagi dalam ayat:
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, ‘Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, ‘sedang kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah- lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak- anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluan daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.“ (QS. Al-Ahzab:37)
Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan pemahaman keliru tentang kedudukan anak angkat.

Menjadi Ummul-Mukminin

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengutus seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah tersebut. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita tersebut, dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta dihadiri warga Madinah.

Zainab mulai memasuki rumah tangga Rasulullah dengan dasar wahyu Allah. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dan kerabat dekatnya. Rasulullah tidak perlu meminta izin jika memasuki rumah Zainab sedangkan kepada istri-istri lainnya beliau selalu meminta izin. Kebiasaan seperti itu ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya. Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah telah menikahi istri anaknya sendiri. Karena itu, turunlah ayat yang berbunyi, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…. “ (Qs. Al-Ahzab: 40)

Zainab berkata kepada Nabi, “Aku adalah istrimu yang terbesar haknya atasmu, aku utusan yang terbaik di antara mereka, dan aku pula kerabat paling dekat di antara mereka. Allah menikahkanku denganmu atas perintah dari langit, dan Jibril yang membawa perintah tersebut. Aku adalah anak bibimu. Engkau tidak memiliki hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku.” Zainab sangat mencintai Rasulullah dan merasakan hidupnya sangat bahagia. Akan tetapi, dia sangat pencemburu terhadap istri Rasul lainnya, sehingga Rasulullah pernah tidak tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab wanita Yahudiyah itu.

Zainab bertangan terampil, menyamak kulit dan menjualnya, juga mengerjakan kerajinan sulaman, dan hasilnya diinfakkan di jalan Allah.

Wafatnya

Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalarn usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. Dalarn sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, “Aku telah rnenyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian dapat bersedekah dengan sernua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi yang lain.” Sernasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah.

Tentang Zainab, Aisyah berkata, “Semoga Allah mengasihi Zainab. Dia banyak menyamaiku dalarn kedudukannya di hati Rasulullah. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab. Dia sangat bertakwa kepada Allah, perkataannya paling jujur, paling suka menyambung tali silaturahmi, paling banyak bersedekah, banyak mengorbankan diri dalam bekerja untuk dapat bersedekah, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Selain Saudah, dia yang memiliki tabiat yang keras.”

Semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya (Sayyidah Zainab Binti Jahsy) di akhirat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang saleh. Amin.

Sumber: Buku Dzaujatur-Rasulullah , Karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh


Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha

Posted by Unknown  |  No comments


Al-Abadillah


Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha
Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Zainab binti Jahsy didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban terhadap tradisi jahiliah. Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Zainab adalah anak perempuan dan bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muththalib. Beliau sangat mencintai Zainab.

Nasab dan Masa Pertumbuhannya

Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Jahsy bin Ri’ab bin Ya’mar bin Sharah bin Murrah bin Kabir bin Gham bin Dauran bin Asad bin Khuzaimah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, namanya adalah Barrah, kemudian diganti oleh Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau. Ibu dari Zainab bernama Umaimah binti Abdul-Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai.
Zainab dilahirkan di Mekah dua puluh tahun sebelum kenabian. Ayahnya adalah Jahsy bin Ri’ab. Dia tergolong pernimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat, sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy rnenyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik.

Zainab termasuk wanita pertarna yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.

Pernikahannya dengan Zaid bin Haritsah

Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang mernerintahkan Zainab dan Zaid melangsungkan pernikahan.
Zainab berasal dan golongan terhormat, sedangkan Zaid bin Haritsah adalah budak Rasulullah yang sangat beliau sayangi, sehingga kaum muslimin menyebutnya sebagai orang kesayangan Rasulullah. Zaid berasal dari keluarga Arab yang kedua orang tuanya beragama Nasrani. Ketika masih kecil, dia berpisah dengan kedua orang tuanya karena diculik, kemudian dia dibeli oleh Hakam bin Hizam untuk bibinya, Khadijah binti Khuwailid, lalu dihadiahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Ayah Zaid, Haritsah bin Syarahil, senantiasa mencarinya hingga dia mendengar bahwa Zaid berada di rumah Rasulullah. Ketika Rasulullah menyuruh Zaid memilih antara tetap bersama beliau atau kembali pada orang tua dan pamannya, Zaid berkata, “Aku tidak menginginkan mereka berdua, juga tidak menginginkan orang lain yang engkau pilihkan untukku. Engkau bagiku adalah ayah sekaligus paman.” Setelah itu, Rasulullah mengumumkan pembebasan Zaid dan pengangkatannya sebagai anak. Ketika Islam datang, Zaid adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan budak. Dia senantiasa berada di dekat Nabi, terutama setelah dia rneninggalkan Mekah, sehingga beliau sangat mencintainya, bahkan beliau pernah bersabda tentang Zaid,
“Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku beri nikmat. (HR. Ahmad)
Allah telah memberikan nikmat kepada Zaid dengan keislamannya dan Nabi telah memberinya nikmat dengan kebebasannya.
Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau mempersaudarakan Zaid dengan Hamzah bin Abdul Muththalib. Dalam banyak peperangan, Zaid selalu bersama Rasulullah, dan tidak jarang pula dia ditunjuk untuk menjadi komandan pasukan. Tentang Zaid, Aisyah pernah berkata, “Rasulullah tidak mengirimkan Zaid ke medan perang kecuali selalu menjadikannya sebagai komandan pasukan, Seandainya dia tetap hidup, beliau pasti menjadikannya sebagai pengganti beliau.”

Masih banyak riwayat yang menerangkan kedudukan Zaid di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam.. Sesampainya di Madinah beliau meminang Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. Semula Zainab membenci Zaid dan menentang menikah dengannya, begitu juga dengan saudara laki-lakinya. Menurut mereka, bagaimana mungkin seorang gadis cantik dan terhormat menikah dengan seorang budak? Rasulullah menasihati mereka berdua dan menerangkan kedudukan Zaid di hati beliau, sehingga turunlah ayat kepada mereka:
“Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.“ (Q.S. Al-Ahzab: 36)

Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun sebenarnya Zainab tidak menyukai Zaid. Melalui pernikahan itu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Pernikahan itu pun bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliah yang senang membanggakan diri dan keturunan. Akan tetapi, Zainab tetap tidak dapat menerima pernikahan tersebut karena ada perbedaan yang jauh di antara mereka berdua. Di depan Zaid, Zainab selalu membangga-banggakan dirinya sehingga menyakiti hati Zaid. Zaid menghadap Rasulullah untuk mengadukan perlakukan Zainab terhadap dirinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menyuruhnya untuk bersabar, dan Zaid pun mengikuti nasihat beliau. Akan tetapi, dia kembali menghadap Rasulullah dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu lagi hidup bersama Zainab.
Mendengar itu, beliau bersabda, “Pertahankan terus istrimu itu dan bertakwalah kepada Allah.” Kemudian beliau mengingatkan bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Beberapa saat kemudian turunlah ayat, “Pertahankan terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.” Zaid berusaha menenangkan din dan bersabar, namun tingkah laku Zainab sudah tidak dapat dikendalikan, akhirnya terjadilah talak. Selanjutnya, Zainab dinikahi Rasulullah.

Prinsip dasar yang melatarbelakangi pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy adalah untuk menghapuskan tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliah. Artinya, Rasulullah ingin menjelaskan bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung, seperti halnya Zaid bin Haritsah yang sebelum turun ayat Al-Qur’an telah diangkat sebagai anak oleh beliau. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka,’ itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu.” (QS. Al-Ahzab:5)

Karena itu, seseorang tidak berhak mengakui hubungan darah dan meminta hak waris dan orang tua angkat (bukan kandung). Karena itulah Rasulullah menikahi Zainab setelah bercerai dengan Zaid yang sudah dianggap oleh orang banyak sebagai anak Muhammad. Allah telah menurunkan wahyu agar Zaid menceraikan istrinya kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Pada mulanya Rasulullab tidak memperhatikan perintah tersebut, bahkan meminta Zaid mempertahankan istrinya.
Allah memberikan peringatan sekali lagi dalam ayat:
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, ‘Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, ‘sedang kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah- lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak- anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluan daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.“ (QS. Al-Ahzab:37)
Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan pemahaman keliru tentang kedudukan anak angkat.

Menjadi Ummul-Mukminin

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengutus seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah tersebut. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita tersebut, dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta dihadiri warga Madinah.

Zainab mulai memasuki rumah tangga Rasulullah dengan dasar wahyu Allah. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dan kerabat dekatnya. Rasulullah tidak perlu meminta izin jika memasuki rumah Zainab sedangkan kepada istri-istri lainnya beliau selalu meminta izin. Kebiasaan seperti itu ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya. Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah telah menikahi istri anaknya sendiri. Karena itu, turunlah ayat yang berbunyi, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…. “ (Qs. Al-Ahzab: 40)

Zainab berkata kepada Nabi, “Aku adalah istrimu yang terbesar haknya atasmu, aku utusan yang terbaik di antara mereka, dan aku pula kerabat paling dekat di antara mereka. Allah menikahkanku denganmu atas perintah dari langit, dan Jibril yang membawa perintah tersebut. Aku adalah anak bibimu. Engkau tidak memiliki hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku.” Zainab sangat mencintai Rasulullah dan merasakan hidupnya sangat bahagia. Akan tetapi, dia sangat pencemburu terhadap istri Rasul lainnya, sehingga Rasulullah pernah tidak tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab wanita Yahudiyah itu.

Zainab bertangan terampil, menyamak kulit dan menjualnya, juga mengerjakan kerajinan sulaman, dan hasilnya diinfakkan di jalan Allah.

Wafatnya

Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalarn usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. Dalarn sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, “Aku telah rnenyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian dapat bersedekah dengan sernua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi yang lain.” Sernasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah.

Tentang Zainab, Aisyah berkata, “Semoga Allah mengasihi Zainab. Dia banyak menyamaiku dalarn kedudukannya di hati Rasulullah. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab. Dia sangat bertakwa kepada Allah, perkataannya paling jujur, paling suka menyambung tali silaturahmi, paling banyak bersedekah, banyak mengorbankan diri dalam bekerja untuk dapat bersedekah, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Selain Saudah, dia yang memiliki tabiat yang keras.”

Semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya (Sayyidah Zainab Binti Jahsy) di akhirat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang saleh. Amin.

Sumber: Buku Dzaujatur-Rasulullah , Karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh


00.39 Share:
Get updates in your email box
Complete the form below, and we'll send you the best coupons.

Deliver via FeedBurner

Labels

Text Widget

Artikel Lain nya

back to top